Rabu, 22 Juli 2009

Info Kesehatan

Cegah Kantuk Dengan Sarapan Karbohidrat Kompleks
Rabu, 22/07/2009 07:36 WIB

Jakarta, Sarapan yang salah bisa mengakibatkan metabolisme terganggu, salah satunya mengantuk. Konsumsi karbohidrat kompleks pada saat sarapan dapat mencegahnya.

Semua orang tahu dan setuju bahwa sarapan adalah waktu makan yang paling penting dalam sehari. Hal ini dikarenakan sel-sel dalam tubuh memerlukan asupan energi kembali setelah habis digunakan pada saat tidur.

"Jangan dikira tidur tidak membutuhkan energi, organ-organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru akan mengambil cadangan energi dalam tubuh untuk digunakan dalam metabolismenya," ujar Dr Alexander Halim Santoso, Head of Medical Nutrition Services Nestle Indonesia Rabu (22/7/2009).

Untuk itulah sarapan sangat diperlukan untuk memberi asupan energi kembali bagi tubuh. Namun jangan sampai sarapan hanya dijadikan kegiatan 'balas dendam', karena semalamnya kelaparan.

"Yang ada perut malah kekenyangan, konsentrasi berkurang dan metabolisme kacau, yang ditandai dengan gejala mengantuk," ujar Dr Alex. Namun gejala tersebut tidak akan terjadi jika mengonsumsi karbohidrat kompleks pada saat sarapan.

Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang tersusun dari gula-gula kompleks, bukan gula sederhana seperti gula pasir atau sukrosa. Karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari gandum, jagung, kentang atau ubi-ubian.

"Berbeda dengan gula sederhana, karbohidrat kompleks akan melepaskan energi secara berkala sepanjang hari, sehingga perut tidak akan langsung kenyang setelah makan. Hal ini dapat mencegah kantuk yang biasanya muncul setelah kenyang," jelas Dr Alex.

Menurut Dr Alex, otak mengandalkan glukosa untuk berpikir dan bekerja. Namun kebanyakan mengonsumsi glukosa justru akan memicu rasa kantuk karena glukosa yang masuk ke dalam tubuh akan cepat dipecah karena unsurnya yang sederhana.

"Jika cadangan glukosa sudah habis, artinya tidak ada lagi bahan bakar dan akibatnya tubuh jadi lemas, mengantuk jika tidak segera diisi lagi. Disinilah peran karbohidrat kompleks dibutuhkan," ujar Dr Alex.

"Kita tentunya tidak ingin rasa kantuk datang disaat memulai aktivitas, oleh karena itu sarapan di waktu yang tepat (jam 6 atau 7 pagi), nutrisi yang tepat (mengandung karbohdrat kompleks) dan jumlah yang tepat adalah cara yang paling baik mengatasinya," saran Alex.

Dikutip dari Nurul Ulfah - detikHealth

Selasa, 14 Juli 2009

Alat Komunikasi atau Alat Silaturahmi

Dear all bro & sis ....

Semoga kabar kalian semua dalam keadaan sehat wal'afiat, namun bila sedang ada yg kurang sehat mari sama2 kita doakan agar segera di berikan kesehatan, dan apabila ada yg sedang mempunyai urusan penting juga kita doakan agar dimudahkan segala urusannya ... amien

Bro & Sis senang rasanya bisa menyapa lagi lewat Blog ini, walaupun sudah bisa dibilang mati suri namun semangat dari rekan2 masih terus berkobar untuk tetap menjaga kelanggengan dari Blog ini.

Terima kasih tak terhingga untuk Kak Syam, Kak Yosef, Kak Adnan dan semua alumni yang telah memberikan warna dalam silaturahmi ini.

Memang perlu kita sadari bahwa yang namanya teknologi itu selalu dan selalu berkembang, dan ketika muncul teknologi yang baru kita cenderung mengabaikan yang lama .... betul apa betul ??

Coba kita kembali ke masa lalu, dimana orang ramai2 membeli kartu ucapan hari raya ketika akan datang perayaan lebaran dsb. Namun kini nasib kartu ucapan itu bagai habis manis sepah dibuang, tak ada lagi yg sudi menggunakan.
Kemudian munculah yang namanya teknologi pager ... kemudian teknologi email dilanjutkan dengan teknologi SMS, MMS, Blogger dan yang sedang mendunia saat ini adalah FB

Itulah teknologi, tak ada yg perlu disesali, tak ada yg perlu disalahkan ... yang perlu dipersiapkan adalah kematangan jiwa dalam mengadopsi suatu teknologi baru.

"PESAN MORAL" apapun bentuk teknologi yang digunakan ... tetaplah satu tujuan MENJALIN SILATURAHMI





Nanonk AK-1 90

Tahun Ajaran Baru 2009/2010 dimulai ........


Siapkan Mental Anak di Hari Pertama Sekolah?


Jakarta, Tak terasa si buah hati sudah tumbuh besar dan tiba waktunya untuk belajar di sekolah demi masa depannya. Padahal rasanya baru kemarin ia belajar merangkak dan berbicara. 
Nah, Senin 13 Juli 2009 ini adalah hari pertama anak-anak di Indonesia memulai sekolah untuk tahun ajaran baru. Hal yang paling merepotkan tentu saja jika ini adalah hari pertamanya duduk di bangku sekolah misalnya anak masuk TK atau SD.
Perilaku anak menyambut hari pertamanya di sekolah memang berbeda-beda. Ada yang semangat dan girang, namun ada juga yang takut, rewel, malas atau malu. Sikap tersebut sangatlah wajar, terutama karena mereka dihadapkan dengan dunia baru yang masih asing bagi mereka.
Disinilah peran Anda sebagai orang tua diperlukan. Charles E. Schaefer, Ph.D. dari Pusat Pelayanan Psikologi Farleigh Dickinson University pun memberikan beberapa tips yang akan membantu Anda menyemangati si buah hati dalam melawan rasa khawatir dan cemasnya, seperti dikutip dari mykidsbookbee, Senin (13/7/2009).

1. Beri penjelasan tentang sekolah

    Beberapa anak sering merasa cemas dan takut yang berlebihan menjelang hari pertamanya di     sekolah. Sebenarnya mereka hanya butuh penjelasan dan pengertian. Ceritakanlah hal-hal           yang akan dia temui di sekolah. Katakan padanya bahwa belajar itu menyenangkan, guru-             gurunya baik, ruangan kelasnya nyaman, dan banyak teman baru yang akan ia dapatkan.

2. Ceritakan kegiatan seru di sekolah

   Sekolah baru sama artinya dengan planet asing bagi anak-anak. Mereka hanya belum                    mencobanya, yang harus Anda lakukan adalah menceritakan dengan spesifik betapa serunya        kegiatan di sekolah. Usahakan mengatakan kalimat semenarik mungkin, jangan katakan                kalimat umum seperti "Kamu akan belajar dan banyak main di sekolah".

  Jelaskanlah lebih rinci seperti, "Sekolah sangat seru dan menyenangkan. Semua anak akan           masuk kelas, meletakkan tasnya di tempatnya masing-masing, lalu guru akan menjelaskan           pelajaran seperti membaca, berhitung, bernyanyi dan kamu juga akan bermain bersama               teman-teman".

3. Jangan katakan waktu padanya

    Anak-anak belum bisa mengerti pentingnya belajar, yang mereka tahu hanyalah bermain.             Ketika mulai masuk kelas, mereka pun menanyakan kapan dijemput atau kapan sekolah akan     berakhir.

    Untuk menjawabnya, sebaiknya hindari mengatakan waktu yang harus dia tempuh untuk             belajar di kelas, seperti "Ibu akan menjemputmu 3 jam lagi", atau bahkan "Kamu akan berada     di sini sebentar saja". Perkataan seperti itu cukup menakutkan bagi mereka.

    Lebih baik katakan yang sebenarnya tanpa menyebutkan berapa lama waktunya di kelas,             seperti "Kamu akan senang bersama teman-temanmu sampai-sampai tak terasa ibu datang         untuk menjemputmu lagi".

4. Informasikan keberadaan Anda

    Saat memasuki kelas dan berpisah dengan orang tua yang mengantar adalah saat yang sulit         bagi anak-anak. Mereka sering cemas dan membayangkan dirinya dalam bahaya karena               ayah-ibunya tak ada.
    Sebagian anak lainnya justru mencemaskan keselamatan orangtuanya. Untuk itu orangtua           perlu menjelaskan keberadaan dirinya setelah selesai mengantar anak. Beri dia informasi yang     detail seperti, "Ayah akan pergi ke kantor setelah mengantarkanmu ke sekolah" atau "Ibu           akan pergi ke pasar untuk belanja".

5. Berikan dorongan positif

   Seorang anak yang ketakutan akan mengekspresikan ketakutannya dengan berbagai perilaku,    seperti mengisap jempol, ngompol, merengek-rengek, cemberut, marah tanpa sebab, atau            mungkin menarik diri dari lingkungan.

Menyikapi perilaku seperti itu, sebaiknya tahan emosi Anda. Jangan mengatakan, "Kamu tidak boleh ngompol lagi, gurumu dan teman-temanmu pasti tidak suka dengan kebiasanmu itu".
Yang ia butuhkan hanyalah dorongan positif dan kata-kata yang menenteramkan, seperti "Ibu tahu kalau kamu tidak akan mengisap jempolmu lagi, kamu kan sudah besar."

Nah, sudah siap kan mengantarnya sekolah?

Dikutip dari Nurul Ulfah - detikHealth